Jumat, 09 September 2011

Sepasang burung Murai dirumahku.

Setiap pagi sekitar jam 07.00 - .7.30 sepasang Murai itu pasti terbang dan berkicau di belakang rumahku. Kedua kakinya bertengger  dan kepalanya mematuk-matuk di orchid net hitam yang menutupi halaman belakang sambil mencari makanan. Aneh juga, padi kering yang sengaja ditaruh di jaringan hitam itu tak disentuhnya. Apakah burung Murai ini hanya senang makan serangga dan tidak doyan padi kering seperti burung pipit , tak tahulah ! Ketika ada teman baik berkunjung kerumah melihat kolam ikan Koi dan tanaman Anturium dikebun yang ambul adul ini, menanyakan kenapa tidak pelihara burung ? . Saya menjawab  sambil tertawa : Ditengah keberingasan hidup di Jakarta yang serba kekurangan ruangan hijau, ternyata alam cukup bermurah hati pada keluarga saya . Setiap hari sesudah memberi makan Ikan Koi ,duduk disamping kolam sambil membaca koran dan menikmati roti plus juice wortel organis. Pastilah saya dihibur dengan gerakan akrobatik sepasang burung Murai didepan mata. Kejadian ini sudah berjalan berbulan-bulan dan saya sangat mengharapkan, suatu hari bukan hanya sepasang burung  Murai  saja yang datang dan berkicau di jl. Bima, rumahku tetapi   bertambah beberapa pasang lagi entah berasal dari mana asalnya. Kalau sudah begitu masih perlukah saya membeli sangkar dan memelihara burung ?